Musik Klasik

Istilah musik klasik umumnya lebih dikenal luas sebagai musik serius. Walaupun demikian secara khusus dalam diskusi etnomusikologi,istilah musik klasik tidak hanya merujuk pada musik klasik Eropa saja,melainkan juga pada musik-musik di Asia dan Timur seperti misalnya musik klasik Persia, India, Tiongkok, dan lain-lain.Dalam lingkup musikologi, penggunaan kata ‘klasik’ bisa mengandung tiga makna. Yang pertama ialah berarti Musik Kuno, yaitu musik yang berkembang pada era Yunani Kuno(masa Antiquity).

.Image

Pengertian yang kedua ialah musik pada era Klasik, yang didominasi oleh gaya Wina pada abad ke-18 dengan tiga tokoh komposer yang terkenal yaitu Haydn, Mozart, dan Beethoven.Ketiga, kata ‘klasik’ yang diterapkan pada musik klasik pada saat ini ialah sebagai musik seni(art music); yang pengertiannya berbeda dengan istilah seni musik atau musical arts. Yang dimaksud klasik dalam konteks ini ialah lawan dari musik hiburan.Secara khusus, di Indonesia ada istilah lagu seriosa untuk menamai musik vokal yang intinya mirip dengan musik klasik pada umumnya. Pokok bahasan musik klasik sangat luas karena tidak melulu membicarakan fenomena musikal yang terjadi di sekitar saat ini tapi juga yang terjadi selama berabad-abad. Dengan demikian berbeda dengan musik non klasik atas fenomena musikal yang terjadi saat ini atau masa kontemporer, dan tidak jauh dari sekitar abad ke-20.Tidaklah mengherankan jika secara kuantitatif musik klasik tidak hanya memiliki repertoar yang sangat luas namun juga literatur yang juga luas. Keluasan cakupan pembahasan musik klasik yang menyangkut waktu berabad-abad memungkinkannya untuk dilakukan pembahasan dengan pendektan sejarah, baik secara diakronis melalui pendekatan kronologis,yaitu dari tahun ke tahun secara bertahap, maupun secara sinkronis,yaitu mengkaitkannya dengan aspek-aspek terkait di sekitar periode yang dibahas.Guna memudahkan pemahaman terhadap musik klasik maka seseorang perlu memahami aspek-aspek sejarah musik klasik yang meliputi pengertian-pengertian dasar mengenai musik secara umum.Walaupun jarang diterapkan pada buku-buku pengantar tentang pengetahuan musik, proses kelahiran sistem tonal berikut pengembangannya selama berabad-abad hingga akhirnya digantikan oleh sistem musikal yang lain, juga perlu diketahui. Hingga kini orkestra diyakini sebagai suatu formasi standar dalam bisnis musik klasik.Sehubungan dengan itu pengetahuan umum tentang orkestra seperti hal-hal yang berkaitan dengan klasifikasi instrumen, perlu diketahui. Walaupun orkestra termasuk ke dalam hal penting yang perlu diketahui, namun dalam kenyataannya formasi yang berkembang dimasyarakat justru adalah instrumen-instrumen solo dan vokal.

1. Mozart

Mozart

Wolfgang Amadeus Mozart yang bernama asli Johannes Chrysostomus Wolfgangus Gottlieb Mozart (lahir di Salzburg, 27 Januari 1756 – meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun)adalah seorang komponis. Ia dianggap sebagai salah satu dari komponis musik klasik Eropa yang terpenting dan paling terkenal dalam sejarah. Karya-karyanya (sekitar 700 lagu) termasuk gubahan-gubahan yang secara luas diakui sebagai puncak karya musik simfoni, musik kamar, musik piano, musik opera, dan musik paduan suara. Contoh karyanya adalah opera Don Giovannidan Die Zauberflöte. Banyak dari karya Mozart dianggap sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik zaman klasik. Karya-karyanya diurutkan dalam katalog Köchel-Verzeichnis.

2. Beethoven

Beethoven

Ludwig van Beethoven (dibaptis 17 Desember 1770 di Bonn, wafat 26 Maret 1827 di Wina) adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman. Karyanya yang terkenal adalah simfoni ke-lima dan ke-sembilan, dan juga lagu piano Für Elise. Ia dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Semasa muda, ia adalah pianis yang berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina, Austria, tempatnya tinggal. Namun, pada tahun 1801, ia mulai menjadi tuli.

Ketuliannya semakin parah dan pada 1817 ia menjadi tuli sepenuhnya. Meskipun ia tak lagi bisa bermain dalam konser, ia terus mencipta musik, dan pada masa ini mencipta sebagian karya-karyanya yang terbesar. Ia menjalani sisa hidupnya di Wina dan tak pernah menikah.

3. Joseph Haydn

Joseph Haydn

Franz Joseph Haydn (31 Maret atau 1 April 1732 – 31 Mei 1809) adalah salah seorang komponis yang paling berpengaruh dari Zaman Klasik yang dijuluki “Bapak Simfoni” atau “Bapak Kuartet Gesek”. Haydn menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai musikus untuk keluarga Eszterházy di kediaman mereka yang sulit dijangkau di Austria. Terisolasi dari komponis-komponis lain dan tren musik sampai saat menjelang akhir hayatnya, ia dipaksa untuk, menggunakan istilahnya, “menjadi orisinil”.

Joseph Haydn adalah saudara laki-laki Michael Haydn, seorang komponis terkenal, dan Johann Evangelist Haydn, seorang penyanyi tenor.

4. Il Divo

Il Divo

Il Divo, yang berasal dari bahasa Italia, adalah sebuah grup vokal di bawah naungan label Sony BMG. Il Divo terdiri dari Carlos Marín, Urs Bühler, David Miller, dan Sébastien Izambard. Ide pembentukan Il Divo datang dari Simon Cowell yang menyadari apresiasinya terhadap musik klasik. Ia memutuskan untuk membentuk kuartet multinasional. Pencarian bakat dilakukan bagi penyanyi yang mau berpartisipasi pada proyek Il Divo, yang berlangsung dua tahun dari 2001 sampaiDesember 2003.

Album debut mereka, Il Divo, antara lain berisi lagu hit Toni Braxton “Unbreak My Heart” (Regresa A Mi) dan lagu hit Frank Sinatra “My Way” (A Mi Manera). Album kedua Il Divo, Ancora, direkam di Swedia dan London. Album tersebut dirilis pada sekitar akhir 2005 dan awal 2006. Lagu di album ini antara lain adalah “I Believe In You” (Je Crois En Toi) bersama Céline Dion dan “All By Myself”. Il Divo dan Toni Braxton membawakan lagu resmi Piala Dunia FIFA 2006 “Time Of Our Lives” yang ditulis oleh penulis lagu asal Swedia, Jörgen Elofsson.

5.  Tori Amos

Tori Amos

Tori Amos (lahir Myra Ellen Amos, 22 Agustus 1963) adalah seorang pianis Amerika, penyanyi-penulis lagu dan komposer. Dia terlatih sebagai musisi klasik dan memiliki jangkauan vokal mezzo-soprano. Amos awalnya menjadi penyanyi utama dari kelompok synthpop 1980 Y Kant Tori Read, dan sebagai artis solo ia berada di garis depan dari sejumlah penyanyi dan penulis lagu perempuan pada awal 1990-an. Di awal karir solo, dia termasuk sebagai salah satu pemain rock alternatif dengan menggunakan piano sebagai instrumen utamanya. Beberapa singel hitnya termasuk “Crucify”, “Silent All These Years”, “God”, “Cornflake Girl”, “Caught a Lite Sneeze”, “Professional Widow”, “Spark”, “1000 Oceans” dan “A Sorta Fairytale”, adalah lagu-lagunya yang paling sukses secara komersial di Amerika Serikat sampai saat ini. Pada tahun 2005, Amos telah menjual 12 juta album di seluruh dunia. Dia telah dinominasikan untuk beberapa penghargaan, termasuk 8 nominasi Grammy Award.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s